BAGAIMANA AKU HARUS MENULISKAN NYA ?

MUNGKIN AKU YANG SALAH 





Saat itu dimana bunga mulai bersemi , saat itu ada hati yang mulai merekah , dan saat itu ada tarik-menarik dalam sebuah "rasa" .
aku sama sekali tak pernah menyangka aku tertarik juga akan radarmu , aku tahu mencintaimu itu sebenarnya adalah sebuah larangan dan aku paham benar aku bisa berdosa jika tetap menggebu memilikimu.
saat itu jujur saja aku ingin menjauh tapi sayangnya kau selalu meyakinkan aku bahwa aku tak pernah berdosa menginginkanmu , dan tak salah menaruh hati padamu.

kita masing - masing paham akan suasana jika rasa ini tetap akan diteruskan , tapi memang kita yang tak peduli akan itu dan tetap melanjutkan sekali lagi "mungkin" aku yang salah.kita terlalu sibuk dengan hati kita masing - masing terlalu buta akan rasa jatuh cinta yang teramat sampai melangkah sejauh ini . 

Tapi, aku tak pernah menyesali aku jatuh cinta padamu dan jatuh cintaku ini bisa dibilang teramat besar padamu aku yang selalu ingin tetap disampingmu yang selalu tak ingin dan tak rela bila kamu membagi perhatianmu oleh yang lain termasuk dengan "peri kecilmu" tapi aku selalu belajar menerima itu karena 1 hal alasan " aku teramat mencintaimu " sekali lagi "mungkin" ini salahku.

lalu pada suatu ketika kamu pertemukanku dengan " dia " orang yang telah meninggalkan dan menyakitimu tapi asal kau tahu saat itu jujur , aku tak mau menemui nya karena dia terlalu berlebihan sampai menyentuh tubuhmu . aku slalu mencoba memasang wajah yang tetap bersahabat dan aku selalu mencoba mengontrol emosiku saat aku mulai melihat dia memegang tanganmu untuk restu pulang ke pulau seberang dengan alasan mengais rezeki untuk "peri kecil " kalian !

Sungguh demi apapun aku " HANCUR " teramat sakit tapi aku selalu mencoba tegar karena satu alasan yang sama " aku teramat mencintaimu " ini memang diluar yang aku inginkan tapi apa boleh buat hati tau dimana dia untuk kembali , sekuat apapun aku melupakanmu aku selalu gagal , sehebat apapun aku tak pedulikan mu tetap saja bayangmu selalu mengganggu dan bahkan seluarbiasanya aku tak pernah mau kembali padamu dan mencoba mencari orang baru seketika itu " ADA SAKIT DALAM DADAKU"

kau benar - benar sudah merampas seluruhnya dariku ,kalau memang kita tak pernah ada dalam garis jodoh bagaimana ? apa bisa aku melupakan ini ? apa mungkin ada orang yang masih mampu menyita perhatian dan hatiku ? walau tak sehebat " kamu " 

ini aku yang sedang sendiri memikirkan sebuah cerita yang sangat tak mungkin sebenarnya terjadi pada cerita kamus kehidupanku sungguh .


Komentar