DUDUKLAH , AKU INGIN MEMBERITAHU MU
Ah , sudah lama tak menikmati angin kota sesejuk dan sedamai siang ini , terlihat sangat panas tapi tetap damai . Baiklah , sepertinya bicara tentang sebuah " Cinta " dan " Rasa " itu tak akan ada habisnya sama hal nya berbicara " Cantik " dengan " Sexy " begitulah .
Kuamati kau sebenarnya sudah berada pada lelaki yang beruntung , tapi sayang kau bodoh . maaf bukan berniat mengatakan kasar tapi tunggulah coba kau lihat dimulai dari dia yang begitu sabar dan selama berapa tahun dia sanggup ada dan bertahan disana menghadapi mu yang aku bilang sangat keras kepala . Bahkan ku lihat dia memiliki kesabaran yang lebih dari aku , hanya kau saja yang bodoh masih bersama wanita mu itu . aku tidak menjelekkan dan bermaksud tak suka dengan wanita mu dan wanita pilihan orang tua mu tapi lihatlah dirimu , dirimu mencintai wanita sabar mu bukan ? daripada mencintai wanita pilihan orang tua mu.
Hei , kau boleh bodoh tapi jangan terlalu lama . Ingat , ketika seorang perempuan sudah mau berjuang dia adalah wanita yang mau bersungguh - sungguh dengan mu dan menitipkan setengah hati nya padamu . sampai akhirnya kau bisa lihat sendiri kelelahannya saat ini bukan ? wanita sabar mu sudah ada lelaki yang luar biasa yang sanggup mencintai dan menjaga dia sepenuh hati tak seperti dirimu yang selalu membuat dia menangis dan selalu membatin yang bukan bukan , padahal wanita sabar mu mempunyai harapan besar untuk hidup bersamamu , ya karena itu semua akibat kebodohan mu dan aku tak menyangka sampai hari ini kau masih bodoh !
Hei buka mata mu lelaki , mau sampai kapan kamu membohongi sebuah hati ? kau terlalu pengecut membuat semua ini nyata , kau hanya menyakiti dirimu sendiri anggapan mu kan ?? tidak , kau juga menyakiti wanita pilihan orang tuamu sungguh :) , jangan bodoh terlalu lama kamu sudah tau mana yang pantas diperjuangkan mana yang tak pantas .
----------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dari seduhan teh hijau dengan daun pandan siang ini , saat kepanikan mulai tercecar dan aku masih sanggup untuk melukis senyum .
ini tentang kamu lelaki yang sudah terlalu lama dengan kebodohan mu sendiri

Komentar
Posting Komentar