CERITA AKHIR
# THE DIARY OF EDELWEIS
bagaimana kabar mu malam ini wahai tuan ku ?
semoga baik - baik saja ......
aku ingin menyapamu malam ini lewat tulisan ini sekali lagi tuan ,
sebelumnya .........................
" aku berterimakasih sudah menawari aku makan malam bersama " , walau terkadang aku terlambat setengah jam lebih hal itu yang menyebabkan kamu memasang wajah jutekmu .tapi tak apa untung saja aku dapat merubah situasi menjadi baik .
bercerita bersama , bergurau sekeras - kerasnya . sampai canda - canda yang lama tak aku temui sungguh malam itu sangat sempurna . sempat keadaan membisu sebenarnya . beberapa lama aku membisu dan kamu tentunya membisu entah beberapa kata atau berjuta bahkan bermilyar kata akupun tak mau dan tak ingin tahu .
lalu aku menyimpulkan , aku yang mencuak untuk pertama kali nya
" aku boleh bertanya ? " , aku melontarkan pertanyaan cukup pendek tentunya untukmu
" gak boleh " , jawaban yang sungguh membuat aku terdiam dan sempat sontak tuk merasakan mood jelek
lalu .......
" boleh kok , buruan tanya sebelum 5 menit kalau lebih dari 5 menit harus bayar loh " , dengan ekspresi tertawa sedikit
aku tak memperdulikan canda - canda itu , yang aku ingin ucapkan aku pikirkan seolah - olah otak ku sudaah mempersiapkan beberapa pertanyaan untuk ku lontarkan padamu , nah ....
" hal apa yang kamu suka sewaktu aku dan kamu bersama ( menjadi kekasih ) " , pertanyaan pertama yang sempat membuatmu berpaling wajah dari menghadapku menjadi berpaling .
sempat membisu lagi , lalu seakan mimik wajahmu menjelaskan bahwa kamu sedang merangkai satu dua kata untuk menjadikan beberapa kalimat tuk menjadikan jawaban untuk sebuah pertanyaan pertamaku . nah....
" aku senang saat kita jalan - jalan bareng bersama teman - temanmu dan kekasih teman" mu , lalu aku suka saat aku menemanimu dan ada disisi mu saat kegalauanmu menghampiri iyah , saat malam - malam itu kau dan aku bersama "
aku mendengar jawaban itu sungguh membuat aku seakan menangis , dan ingin sekali memelukmu . menangis karena dalam hatiku sontak berteriak " akupun begitu hal yang itu yang aku suka ! aku rindu saat itu ! kembalilah padaku ! tak sadarkah kau tuan ? kau adalah keajaibanku ! walaupun aku tau aku hanya bunga keabadian bagimu " iyah hanya selalu tercuak dihati namun mulutku seakan terbungkam tak dapat berbicara sedikitpun hanya tersenyum sambil memandang sepasang mata indah itu .
" lalu , hal apa yang kamu benci saat kita bersama dulu ( saat menjadi kekasih ) ? " , pertanyaan kedua yang membuat kamu mengambil nafas dalam - dalam .
" menurutmu apa ? " , kau menanyaiku balik ! dan ini lah jika aku memberikan pertanyaan tentang salah ku , ataupun hal - hal yang bersangkut paut dengan kebodohan dan berbau kenegatifan kau selalu menanyai balik , dan seperti biasanya aku selalu menjawabnya .
" menurutku , hal saat aku mengenal dan mencoba melupakanmu dengan perkenalanku oleh sosok adam yang lain tanpa sepengetahuanku , dan kamu mulai menyadari dengan sedikit kecewa , walaupun aku tak bisa membohongi perasaanku kalau aku tak bisa nyaman senyaman aku bersamamu "
" sepertinya kamu sudah paham " , jawaban yang cukup simple !!!!
setelah 2 pertanyaan itu aku tanyakan dan kamu menjawabnya , aku hanya tersenyum lalu kamu memandang wajahku dan yang paling penting aku sempat memelukmu walau sebentar saja diiringi angin malam sesaat kau mengantarkanku ke rumahku :')
wahai tuanku ( pemilik bunga edelweis <aku> ) saat ini aku sungguh merindukanmu .



Komentar
Posting Komentar