RAUT WAJAH ITU
Aku sedang menciptakan " Kebetulan " mungkin , kalau suatu saat kita bertemu secara kebetulan , itu ciptaan dan itu kesengajaan Ini hatiku kenalkan . kalau kamu ingin bercerita dia akan mendengar dan kalau kamu butuh teman dia akan segera datang...
bagaimana tidak ? beberapa menit itu kau mampu membuatku tertawa selepas - lepasnya beban yang bertahun-tahun serasa luntur sesaat .
kini aku hanya mampu menuliskan segalanya disini . kelihatannya bodoh ya ? tak apa terserah kau mau menganggap apa , intinya aku berharap rasa nyaman itu tetap ada .
Sungguh indah lukisan cakrawala,awan berarak pulang menggiring mentari menaburkan butir butir rindu pada persada....
mengalir hening penuh kelembutan seikat pelangipun menyembul di balik gunung cahayanya terurai dalam bait bait puisi. yang mengesankan itu saat leluconmu yang tak sengaja membuat aku teringat akan suatu hal tapi kali ini aku tak ingin mengupas hal itu karena aku sedang merasakan dan ingin berlama - lama dengan kenyamananku ...
mengalir hening penuh kelembutan seikat pelangipun menyembul di balik gunung cahayanya terurai dalam bait bait puisi. yang mengesankan itu saat leluconmu yang tak sengaja membuat aku teringat akan suatu hal tapi kali ini aku tak ingin mengupas hal itu karena aku sedang merasakan dan ingin berlama - lama dengan kenyamananku ...
pada renungan hati yang membuka cerah dan pada rangkuman resah
yang bertanya serta pada dentum rasa yang terus mencabik getar dan akan
laku yang tak bergambar langit ...
hei
apa majasku terlalu tinggi untukmu ? tak apa anggap saja seorang
penulis itu selalu suka akan majas - majas indah terlebih lagi akan
hiperbola ...
kau
, punya dunia yang luas yang menyenangkan dan bertemu semua hamba tuhan
yang sempurna dan duniaku hanya bersama majas , syair , dan jari -
jemari yang hanya selalu bisa menjelaskan setiap kejadian .
Yang tak bergambar biru,hingga hentak meraba dan pada lantunan
kidung yang tebarkan serbuk serta gurat rasa yang menguras derai resah
pada dalamnya rongga dada yang terhanyut. tetaplah menjadi kenyamananku
walau aku tahu akan kemustahilan didepan mataku . tak apa , bukankah tak
ada larangan seorang penulis mengagumi seseorang ? walau bukan pujangga
, walau bukan penyair tak salah kan ?
SO
, biarkan aku tetap berada pada radar kenyamananku dan kau cukup
memberikan senyuman - senyuman indah sesekali melihatkan raut wajah itu
.
# writer : meila puspa mega M.A
@meilavigne
http://www.facebook.com/teens.miracle


Komentar
Posting Komentar