DIA DAN HUJAN

  

SEGMEN I 
adakah secerca harapan aku untuk bisa bahagia kembali ? bahagia yang sempurna ? seperti saat hujan turun. sebenarnya aku tahu itu hanya impian dan selamanya akan menjadi impian tanpa berubah menjadi kenyataan.jujur ku mungkin tak semudah saat aku mulai bercerita dan dengan rapinya aku menyusun kata - kata ku yang siap untuk selalu kau dengar ....

aku tau aku ini sudah terbang jauh . tapi terbangku tak terarah , arahku sudah hilang layaknya seorang gadis kecil yang sedang meraba - raba mencari jalan keluar di hutan. aku ini memulai merangkak kembali tapi selalu tidak bisa jauh . mencoba lalu gagal kembali ... berdiri lalu terjatuh lagi . semua bilang itulah proses tapi yang menjadi pertanyaan proses ini sampai kapan ?

aku lelah !!!
iya memang aku lelah dengan semua ini . . .
ingin kutinggalkan semuanya , mengenal dan melakukan segala hal yang baru tapi itupun juga suatu kemustahilan . inilah diriku yang dulu sempat membuat mu tersenyum dan selalu memujiku namun akulah yang kau bawa dalam kehancuran pula .

sekarang kamu disana dengan perempuanmu !!!
cantik dan mempesona sama seperti yang kau idamkan . dan aku hanya melihat dari kejauhan .
sesekali aku ingin menoleh namun rasanya tak perlu ...
SEGMEN II 
kamu kembali dengan hujanku dengan sejuta bahagia yang telah lama hilang , namun semakin lama semakin semu sudah lagi tak terlihat seperti dulu . 
kuminta kembalikan senyumku . jika memang kamu tak sanggup lagi menjadi kamu seperti yang dulu . 
tak juga ini sebuah pemaksaan ataupun dalam bentuk tuntutan , aku hanya ingin kembali seperti dulu bukan dulu yang dia hadir pertama kali membawa kenangan hujan tapi aku yang dulu tak pernah mengenal kamu dan dia . 

itu lebih baik sepertinya agar tidak banyak yang tersakiti lebih lagi banyak yang sedih. karena aku tau itu semua terasa sakit biar aku saja yang merasakannya 
merasakan dan menikmati rasa sakit itu . 
berderai di dalam sebuah gelombang dan berdesir di seluruh aliran darah hemoglobin ku . tidakkah kau sadar kau juga telah menyakitiku sama seperti dia . 

kau berikanku payung disaat hujan ... 
tapi kau berikan api disaat aku dingin ... 

tapi tak apa biar semua menjadi cerita klasik jika kita tak bisa bersama . aku hanya mengatakan hujan ini adalah segmen yang terindah untuk diulas . 
maaf jika aku sudah membiarkan kamu masuk dalam hidupku 

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer