Coba kau duduk sebentar disini wahai pemuda ....
Sandarkan bahumu , rebahkan sejenak di gubuk lantai ku ini ...
kita nikmati secangkir teh dan kopi hangat seperti biasanya ...
dan mulailah pembicaraan seperti biasa ...
Kau mengerti banyak tentangku ...
tanpa ku ucapkan sebenarnya kau tahu hanya mencari waktu mungkin untuk memulai nya ...
Kasih , aku tak ingin apa yang kumiliki hilang begitu saja ...
waktu semakin lama semakin berlari ....
akankah sebaiknya kau coba pahami aku ingin engkau bangkit tidak seperti ini ...
dan aku akan mencoba belajar ...
belajar menjadi wanita shaleh seperti yang diharapkan para muslim untuk istrinya kelak ...
agar menjadi sekolah / madrasah pertama untuk anak - anakku kelak .
Jemari ku ini rasanya tak dapat berhenti merangkai kata untuk menjelaskan padamu ...
dingin mu seakan semakin menguat ...
senyummu selalu membuat sejuta tanya ku terangkai ...
coba kau renungkan apa yang kutulis ini ?
Aku mencintaimu sejauh ini dengan ketulusan ...
tapi aku hari ini membawa pelangimu ...
bukan pelangi senyum , melainkan pelangi kegundahan
aku harap engkau masih dapat mengerti dengan sejuta majas ku berbicara
Komentar
Posting Komentar