KEPADA TUAN PENIKMAT KOPI


Salam tuan ....

aku sepimu yang kembali pada sasaran tak transparan . aku janji tak akan ada debat. kita duduk disini mari kita berbincang kurang lebih nya.
Tuan , biji kopi ini membuat ku kembali duduk dan menyapamu sekali lagi agar kau paham. sebenarnya tuan aku tak terlalu cinta dengan kopi karena bagiku pahit sedikit manisnya mempunyai kesakitan termanis tanpa sebuah jeda. masih ingat tuan ? baiklah , mari kita ke topik pembicaraan tuan , aku ingin bertanya apa kau sudah mulai lelah dengan ku tuan ? apa kau sudah tak membutuhkan ku lagi tuan ? apa kau sudah tak menginginkanku lagi tuan ? apakah benar ? baiklah kalau memang benar aku akan segera pulang terimakasih sudah duduk dan mendengarkan omongan ku kali ini .
salam tuan . . . .









tinta yang mencinta semesta

ada banyak bintang ketika malam mulai menyapa dengan hamparan panaroma langit biru di bawah paparan indah semesta.
kembali untuk jatuh cinta pada tiap geliat dan gambaran nyatanya bagaimana bila seorang gadis sedang jauh berjalan dengan kayu bakarnya dan ditengah jalan dia lumpuh total
hari ini tinta tergores tanpa sakit dengan jelas darah tertetes .
cepat semakin cepat , lemah semakin bangkit tak peduli apapun tak peduli dimanapun , jelas luka semakin dalam dan lebar terbungkus asa dalam tetesan air mata .
sekali lagi jangan lupa seteguk kopi pahit nya .
gadis akan kembali berjalan kau cuma lihat saja caranya sampai pada tujuan .

 

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer