" Segmen tentang tuan "


Mencintai mu itu adalah kewajibanku , bersamamu pun itu hanya urusan sebuah takdir . jadi tak perlu ada yang dikhawatirkan .
Malam ini awan sedikit pekat , angin malam mulai menyelimuti tubuh ku dan aku membiarkan itu . Diseberang kamar hotel ku arah pukul 2 ada seorang sepasang kekasih aku bisa melihat jelas dan mereka sekarang sedang menuju ke kolam menikmati suasana malam dan aku tetap memperhatikan .

wanita itu mulai lelah tampak di seluruh raut wajahnya yang begitu jelas , sangat jelas bahkan dan dia begitu sempurna menutupinya dengan senyum manis palsunya . aku bermain - main dengan seluruh isi kepalaku tidakkah dia terlihat seperti aku yang dulu ? aku yang begitu lemah saat bersama mu , sampai kelemahan ku kau buat sebagai alat untuk membuat ku semakin tak berdaya .

Kau tahu saat itu aku begitu mencintai mu dengan teramat dan sangat , dalam dan begitu menusuk , dingin dan sangat beku . aku mulai flashback . iyaaaa !!! mengapa ? karena aku tak habis pikir dengan ucapan mu meminta ku kembali

Apa kau masih waras ? kau sudah meminta ku kembali ! untuk apa ? untuk membuat ku jatuh dan hancur lagi ? menjadi teman dan menunggu mu sampai menemukan pengganti hati mu yang lain ? kau bermain sesuka hati lagi ? dan lalu ? aku harus bekerja keras lagi mengumpulkan setiap keping - keping hatiku ? oh ayolah selesaikan semua ini .

" Maaf " itu sudah cukup kau tahu kan ? kata itu sebenar nya sudah merangkum segalanya jadi tak perlu ku lanjutkan jangan terlalu terlihat bodoh tuan  .
Baiklah aku sudah memaafkan mu sebenarnya , tapi bukan berarti memaafkan melupakan sakit nya . tidak , itu tak akan terjadi karena aku sengaja menyisakannya untuk ku ingat ! untuk apa ? apa aku dendam ? oh tidak , agar aku tak bodoh lagi dengan jatuh kedua kali dengan orang yang sama apa lagi


( ada hati yang dulu tak lagi mau menerimamu kembali ; tuan ; bunga , surabaya larut malam )

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer