" Aku tak mengerti, apa yang kurasa
rindu yang tak pernah begitu hebatnya
aku mencintaimu lebih dari yang kau tau
meski kau takkan pernah tau "

" aku persembahkan hidupku untukmu
telah ku relakan, hatiku padamu
namun kau masih bisu, diam seribu bahasa
dan hati kecilku bicara "
 Song by : Dewa - Pupus



Semalam suntuk untuk bermain dalam dinginnya angin yang begitu menusuk tulang . Bahkan sesaknya yang di dada tak bisa tuk dinikmati , walau menyakitkan sekaligus menyenangkan . Dunia ini terlalu fana dengan segara hirarki dan hakikatnya sama seperti sebuah rasa.

" Karena jatuh cinta diperuntukkan bagi mereka yang begitu kuat

Walau tatanan sudah dipersiapkan sedemikian rupa bahkan terlihat sangat kokoh namun tetap saja bisa hancur ya ? jika kata sudah terlalu pintar untuk menangkan hati orang lain namun belum cukup cerdas untuk menata hati sendiri itu bodoh namanya , sungguh . 

Persembahan lagu apalagi yang sanggup mengoyak segalanya , saat segalanya ada padamu termasuk aku?
manusia - manusia yang tak siap akan segala kesakitan dan lalai akan bagian dalam mencinta "R.E.S.I.K.O" sebegitu beresiko nya kah saat hati ini memilihmu ? 

Radar ku selalu berkata untuk memberikan cukup setengah hati padamu agar ketika kamu pergi aku tak terlalu sakit . begitu katanya. sayangnya , aku tidak bisa pernah ku coba memberikan setengah hati nyatanya juga sepenuhnya hati ku untukmu , dari awal sudah kukatakan pada mereka bahwa kamu adalah makhluk adam tuhan yang dikemas begitu PAS dan aku tidak se PAS itu mencintaimu , tapi selalu PAS menjadi bagian puzzle yang hilang . 

 Bahkan aku hadir di hidupmu tak untuk menggantikan posisi siapapun , sama sekali tidak . Aku akan membuat ruang sendiri disana hanya ada aku dan kamu yang tak pernah kamu temui di ruangan yang aku ciptakan pada ruangan lainnya hingga kamu lupa ruang ruang lain yang pernah membuat mu jatuh dan sakit.

Sayangnya aku melupakan bagian R.E.S.I.K.O 
Resiko di dekat mu dengan berbagai macam bentuk dan wujudnya . 


- Untuk setiap bulir air mata pada seberkas harapan dilarut malam yang penuh sesak -


Komentar

Postingan Populer