HUJAN
H U J A N . . . . .
Ah , rupanya musim sudah mau berganti , Halo hujan lama tak bersua tentang mu . Apa kau masih ingat aku ? aku yang selalu tak pernah bosan menuliskan mu di tahun tahun sebelumnya tentang mu? rasanya kali ini kau merindukan ku , atau malah sebaliknya ?
Kalau kau mulai hadir , maka begitupun Latte atau segelas kopi starbucks ku tak luput untuk menemani dalam cerita , baiklah kali ini aku ingin berbincang dengan mu
Surabaya ku siang ini sangat dingin , ditambah lagi AC ruangan kantor ku bekerja dengan normal kalau diingat rasanya seperti de javu aku pernah ada di suasana seperti ini , iya sangat detail aku ingat betul , begini sepertinya aku mengerti dan membenarkan tentang suatu kata yang tak asing ku dengar bahwa " patah hati adalah proses dimana cinta baru hadir " ah hujan ini memang benar dan aku sedang menjalani nya . kau tahu kan kebiasaan favoritku saat kau datang mengguyur kota ku ? apa kau ingat ? kau masih hafal ? iya , aku selalu menatap jendela dan melihat sejuta bahkan ber milyar tetes air disitu , dan lalu tanpa sengaja pun aku mulai mengingat " L U K A "
Sepertinya setiap tahun berganti musim kau datang menyajikan sosok yang berbeda pula bukan ? tapi kenapa kau tak menyajikan luka yang berbeda ? luka nya tetap sama , pedihnya , bahkan sakitnya dimana sama saja . Tapi untungnya aku sudah terbiasa dengan ini , tunggu hujan , kali ini tak sama seperti tahun - tahun sebelumnya kau menyajikan subjek terlalu banyak untuk ku , ah aku sedikit pusing rasanya melihat sajian mu ( Hahahaha)
L U K A itu sangat jelas , dan kali ini tanpa sengaja aku merasakannya (kembali) tanpa kumau di ruang yang usang yang seharusnya sudah tenggelam dalam sudut dimensi ku sendiri . Yang membuat luka memang sudah jauh kulupakan bahkan terakhir kali kuingat ia sudah bahagia dan baik - baik saja.Lalu , kali ini hanya luka nya , yang selalu kuingat .
Aku ingin memberi tahu mu tentang seseorang , kalau kau menyimak baik tentang tulisan ku kau pasti paham siapa yang akan ku beritahu jadi aku tak usah terlalu mendeskripsikan kembali padamu di part tulisan ku kali ini .
Dia lelaki yang baik , Pintar , Cerdas , wajahnya jawa oriental indonesia banget dan aku selalu jatuh hati tersipu malu saat mulai menceritakan sosoknya . Hujan kau tahu dia kan ? jatuh cinta nya sama seperti pertama saat kau dikenalkan sosok yang membuat ku L U K A , ah tentu saja aku tidak berpikir negatif aku hanya sedang berdiskusi dengan mu , apa dia sudah pas ? apa dia juga akan menyajikan L U K A ? hmmmm ....
kalau sampai dia disini melihat ku menulis ini , ditambah aku merasakan angin sejuknya dirimu dan latte ku yang rasanya sangat pas ini dia pasti akan segera melakukan demo kecil , dan itu selalu membuatku gemas dengannya hahahaha .....
Dia selalu membenci kebiasaanku menikmati kopi , latte atau apapun itu yang mengandung kafein katanya dia selalu berujar " Kamu itu cewek ndak baik bagi kesehatan nduk " ya aku selalu gemas ketika dia memanggil ku dengan sebutan " nduk " ya , kau pasti tahu aku akan meletakkan latte ku dengan percuma dan merelakan untuk dibuang .
Beberapa hari ini aku sedang diguncangkan dengan R I N D U ( padanya ) dan entah kenapa L U K A hadir pula secara bersamaan di saat kau datang mengguyur , aku hanya berharap semua akan tetap seperti sebelumnya . kau tahu mengapa ? karena aku lelah menulis bagian LUKA aku ingin tahun ini dan tahun yang akan datang saat kau turun adalah bagian bahagia yang selalu aku tulis disini , bisa ?
September akhir ; tentang hujan dan bagian luka berbalut rindu



Komentar
Posting Komentar